Beranda Berita Jamaah Haji Gelombang II Kenakan Pakaian Ihram Sejak di Embarkasi

Jamaah Haji Gelombang II Kenakan Pakaian Ihram Sejak di Embarkasi

16
0
Kenakan pakaian ihram dari Embarkasi

IPHI DIY – Jamaah Haji Indonesia yang berangkat pada gelombang kedua, mulai diterbangkan ke Arab Saudi. Mereka dari embarkasi Tanah Air akan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Selanjutnya, mereka berangkat ke Makkah untuk menunaikan Umrah Wajib.

Kepala Bidang Bimbingan Ibadah pada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Zulkarnain Nasution, meminta jamaah haji gelombang kedua ini melakukan mandi sunah dan mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi.

“Kami minta Tim Pimbingbing Ibadah Haji Indonesia (TPHI) Kloter untuk memperhatikan jamaahnya pada saat keberangkatan, agar mereka sudah mandi sunah dan mengenakan kain ihram sejak di embarkasi Tanah Air,” kata Zulkarnain di Jeddah, Jumat (24 Mei 2024).

“Terlebih lagi jemaah haji yang proses keberangkatannya sudah melalui layanan fast track,” sambungnya.

Mbah Harjo, Jamaah Haji Tertua se-Indonesia yang Berusia 110 Tahun

Zulkarnain mengatakan, imbauan ini diharapkan memudahkan bagi jemaah yang akan mengambil miqat di Yalamlam. Sehingga, mereka tidak perlu mandi atau berganti kain ihram di atas pesawat. “Jemaah yang akan miqat di Yalamlam, tinggal salat di kursi pesawat dan langsung berniat ihram umrah,” sebutnya.

“Untuk bersuci, jemaah bisa bertayammum sebagai pengganti wuduk ketika di dalam pesawat,” sambungnya.

Mengenakan kain ihram sejak di Embarkasi juga tetap penting bagi jemaah yang akan miqat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Pasalnya, waktu yang tersedia tidak banyak. Sehingga, begitu sampai di Bandara, jemaah bisa langsung berwudlu, salat sunnah dan niat umrah, lalu menuju bus untuk berangkat ke Makkah Al-Mukarramah.

“Miqat jemaah haji Indonesia bisa dilakukan ketika sampai di Bandara King Abdul Azis Jeddah. Hal ini sudah ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1980, 1981, dan 2006, bahwa miqat di Bandara Jeddah sah hukumnya,” tegas Zulkarnain.

Tanpa Daftar Lewat Aplikasi Nusuk Bisa Masuk Raudhah dengan Tasrih

Kepada Petugas Pembimbing Ibadah, Zulkarnain meminta untuk memberikan bimbingan kepada jemaah terkait niat umrah sebelum jemaah haji diberangkatkan dari aula transit ke bus yang akan membawa ke Mekkah. Pembimbing ibadah harus juga selalu mengingatkan jemaah terkait larangan setelah berihram. “Jangan sampai mereka sudah berniat ihram ketika di atas pesawat tetapi masih memakai penutup kepala dan memakai pakaian dalam dan sebagainya,” sebutnya.

Belajar dari tahun sebelumnya, lanjut Zulkarnain, terkadang ada kain ihram jemaah yang kotor dan terkena najis saat tiba di bandara Jeddah. Ada juga jemaah yang hanya memakai sepatu, tidak punya sandal jepit. “Pemerintah tahun ini sudah mengantisipasi keadaan seperti ini dengan menyediakan kain ihram, kaos kaki, sarung tangan ihram, sabuk ihram, sandal jepit dan payung di Bandara,” tandasnya dikutip dari laman Kemenag. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.